A Letter to ...


Pic. Source : Canva


Siang ini aku di ijinkan oleh Tuhan untuk menulis ini.


Terimakasih ya atas perhatian kamu, seorang teman yang baik.


Perubahan ku saat ini, pasti ada konsekuensinya. Dan aku sudah mengetahuinya.


Namun sesungguhnya aku masih bertanya-tanya..


"Kenapa, Tuhan?"


padahal aku, 

tidak merasa lebih cantik dengan seperti ini

tidak merasa lebih pintar dengan seperti ini

tidak merasa lebih dari diriku yang sebelumnya.


Namun Engkau tetap mengarahkanku untuk melaksanakan ini. 


Dan aku tidak tau kenapa.. 


Sampai aku membaca kembali tulisanku di blog ini pada 2019 lalu,


...Mungkin itu aja yang bisa saya ceritain ya, intinya sih memang banyak hal di dunia ini yang kadang lebih harus “dirasa”, gak bisa diungkapkan dalam kata-kata. Tapi selama kita rasa itu baik, ikuti saja.. bisa jadi itu memang “panggilan” dari Tuhan Yang Maha Esa...


Yang membuatku merenung cukup lama dan akhirnya berjanji kepada diri..


Bahwa aku akan jujur dengan semua proses ku, aku tidak takut karena Engkau akan selalu ada disana.



--

Sat, 20 Aug at 08.41am


This letter I actually wrote 5 days ago and I thought that I don't have to post it, so I let it sit for a while on my browser tab..


and 2 days ago, a friend of mine asked.. "would you like to write something about "it" ? I would love to read it."


isn't it amazing how this universe works?


I even planned to named this as "A Letter to a friend" in the first place, and I found that this letter speaks to me even louder and also I had a chance to "talk" to God at the end. 


so, thank you :) you know who you are..

Comments

Popular Posts